Minggu, 15 Mei 2011

masa-masa sekolahku

Sejak aku duduk di bangku SD,alhamdulillah aku di kenal sebagai anak yanng cerdas di bandingkan dengan anak-anak yang lain. Bahkan aku sering mendapatkan pujian dari tetangga. Semua itu membuat mamah semakin bangga terhadap aku. Pujian itu terus datang sampai aku duduk di bangku SMP. karna akupun bisa diterima d SMP negeri terkemuka di desaku.
Tetapi tetap saja,setelah aku selesai dari sekolah tingkat pertamaku itu,aku sama sekali tidak bisa untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi lagi. padahal waktu itu,nilai hasil ujian aku sangat tidak mengecewakan. Tapi bagaimana lagi,semua karna faktor ekonomi keluarga aku. Bahkan aku bisa sekolah saja aku sangat bersyukur. (makasiiih mamah)
Kalian tau syapa yang membiayai aku bersekolah selama ini?? aku di biayai oleh bibiku,sekaligus aku memang tinggal di tempat beliau,dengan kata lain aku hanya numpang hidup di sana. Apa lagi yang bisa aku lakuin? mamah sama sekali bukan orang yang berpendidikan,bahkan keahlian satupun beliau tidak punya. Jadi hanya ini jalan satu-satunya.
Pasrah dan tawakkal saat aku tau,orang tua dan keluargaku tidak ada yang bisa membantu aku untuk melanjutkan kuliah.  Sampai akhirnya aku memberanikan diri pergi ke luar kota untuk mengadu nasib (ngenger). mengabdikan diri kepada orang yang sama sekali tidak aku kenal.
keluarga pertama yang aku tumpangi adalah seorang distributor beras terkenal di salah satu kota di Indonesia. Namun sayang,sepertinya kehadiran aku di sana justru membuat mereka semakin tidak enak hati. Mereka gerah denganku. Mungkin karna aku yang sama sekali belum bisa bekerja apa-apa. itu awal segalanya buat aku. Aku bertahan hanya 3 bulan di tempat orang itu. Dilanjutkan lagi aku mengabdi kepada seorang dokter gigi. Mereka keluarga yang baik,sangat baik. Tapi selalu saja ada hal yang membuat aku tidak merasa nayman di tempat mereka. Awalnya aku memang terlalu polos untuk mengerti,apa maksud dari kebaikan mereka itu. Ternyata salah satu dari orang di sana menginginkan aku untuk melayani naffsu birahinya. Sejak aku sadar akan hal itu,aku terus dihantui rasa cemas. Sampai akhirnya aku jatuh sakit. Dan pulang kembali bersama mamah.

naaaaaaaaah,,hari ini sampai di sini dulu y??????????

Tidak ada komentar:

Posting Komentar